Advertisingreverse mortgage
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
My little project for future life....! PDF Print E-mail
Article Index
My little project for future life....!
Halaman 2
All Pages
Darus Sa'adah , Wanita yang mulia....
"Ada yang mau nyumbang logo
dan signage....?

(still desperately seeking PAHALA)

Ada satu pelajaran berharga yang bisa saya petik dari ayah saya, bahwa laki-laki itu harus punya hobby, yang hal itu justru tidak dimiliki oleh ayah saya. Saya ingat, ketika saya kecil... saat saya pegang gitar saya dimarahin (emangnya kamu genjrang genjreng mau jadi pengamen), saat saya memelihara hewan juga dimarahin (emangnya kamu mau jadi orang jawa yang pemalas, yang punya klangenan burung perkutut), saat saya mau ikut taekwondo juga dimarahin (nanti kalau kamu luka gimana, anak saya kan cuma dua). Pokoknya saya dan adik perempuan saya hanya boleh punya satu hobby: membaca.... that's it.... periode....!


Sewaktu ayah saya masih berdinas menjadi Hakim, membaca buku adalah hal yang selalu beliau lakukan di mana saja dan kapan saja. Tetapi seiring dengan bertambahnya usia, ketika beliau mulai pensiun, mata juga sudah mulai capek melihat huruf kecil-kecil, topik bacaan juga tidak ada lagi yang relevan, maka hobby-nya berganti menjadi membaca Al Quran dan buku-buku agama. Ini mukzizat, karena beliau bisa membaca Al-Quran adalah hasil belajar sendiri di usia yang sudah lebih dari kepala 6...!

Saya tidak tahu persis berapa kali beliau khatam Al Qur'an sepanjang hidupnya, tetapi yang saya ingat beliau pernah berkata, "Kalau sebulan ada 30 hari, dan Al Quran ada 30 juz, seharusnya sebulan juga pasti khatam sekali. Orang saat papi muda dulu baca novel Agatha Christie 300 halaman juga bisa selesai dalam 3 hari". Saya saja sampai sekarang mungkin baru sekali atau dua kali khatam waktu belajar mengaji jaman SMP.


Well, singkat cerita, setelah almarhum ayah saya pensiun dari dinasnya, karena tidak memiliki hobby lain, sementara kegemaran membaca topik populer sudah mulai ditinggalkan, maka kesibukan beliau hanyalah untuk kepentingan akhirat : membaca Al Quran tiap hari, Umroh setiap tahun, dan mengurus mesjid di dekat rumah di Solo. Mengurus dalam arti yang sebenarnya, karena beliau yang memegang kunci ruang dalam Mesjid, sehingga tugasnya adalah membuka-buka pintu saat Subuh, dan mengunci pintu saat setelah Isya' usai, bahkan kadang-kadang harus adzan kalau muadzin-nya terlambat bangun. Kebetulan mesjid ini jaraknya juga cuma k.l. 200 meter dari rumah beliau di Solo.



 

Copyright 2010 Musholla Darus Sa'adah BSD Griya Loka Powered by : GM-Portal